Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 24 Maret 2014

KEKUATAN SEDEKAH

Posted by Unknown On 21.16


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh..., 

Saudara-saudariku,
Diceritakan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad, seperti berikut :
Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam.
Para malaikat keheranan akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi, adakah  sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung?”

Allah SWT menjawab, “Ada, yaitu besi” (kita paham bahwa gunung batu pun akan menjadi rata ketika dikorek  dan diratakan oleh bulldozer atau sejenisnya yang dibuat dari besi).
Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu alam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi?”
Allah Yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi walau sekeras manapun boleh menjadi cair dan hancur setelah dibakar api),
Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api?”
Allah Yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apa pun niscaya akan padam jika disiram air).
Para malaikat pun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air?”
Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (air di samudera yang luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).
Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua?”

Allah Yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”.
"Artinya yang paling hebat, paling kuat dan yang paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah  yang  dilakukannya  bersih,  tulus  dan  ikhlas  tanpa  ada  unsur menunjuk - nunjukkan ataupun supaya diketahui orang lain"
Berkaitan dengan ikhlas ini, Rasulallah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : “Wahai segenap manusia! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya”.
"Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya”.
Oleh kerana itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa berasa ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia.

Ganjaran bersedekah.

Rasulallah SAW menganjurkan kepada kita umatnya untuk  memperbanyak  sedekah,  hal  itu  dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi bertambah berkah.
Allah  memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang berdekah, ganjaran yang berlipat ganda  (700  kali)  dan  sebagai  ganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda Rasulallah SAW, sebagai berikut:
Allah SWT berfirman, ”Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah“ {Qs. Al-Lail (92) : 5-7}
Allah SWT berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” {Qs. Al Baqarah (2) : 261}

Rasulallah SAW bersabda,  “Setiap  awal  pagi,  semasa terbit matahari,  ada  dua  malaikat  menyeru  kepada manusia dibumi. Yang satu  menyeru, “Ya Tuhan, kurniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya  kepada  Allah “. Yang satu lagi menyeru “musnahkanlah orang  yang menahan hartanya”.



Tolak Bala' dengan Sedekah.
Orang-orang yang beriman sangat sadar dengan kekuatan sedekah yang mampu untuk menolak bala', kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda RasulAllah SAW , sbb :
“Bersegeralah bersedekah,  sebab yang namanya bala' tidak pernah  mendahului sedekah“.

“Belilah  semua  kesulitanmu  dengan sedekah”

“Obatilah penyakitmu  dengan sedekah” .

Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah  ini, namun  persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya karena kekhawatiran bahwa kita salah memberi, sebagai contoh kadang  kala  kita  enggan  memberi sedekah kepada pengemis yang kita temui ditepi  jalan  dengan  anggapan bahwa mereka (pengemis/peminta tsb) menjadikan meminta-minta  sebagai   pekerjaannya, malas, dll. Padahal sesungguhnya  prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan syaitan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah), sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian  karena seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah SWT dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk selalu bersedekah, masalah mungkin timbul apabila ternyata kemudiannya bahwa sedekah yang kita beri kepada  pengemis/peminta tadi  tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena sedekah hakikatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah  yang  bertakwa. Pengemis/peminta/fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkemampuan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi  orang-orang  tersebut,   kepada  siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah)???
Sedekah  anda,  walaupun  kecil  tetapi  amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla.  Orang  yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebahagian hartanya akan rugi di dunia dan akhirat karena tidak mendapat keberkahan.
Jadi, sebenarnya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan (membelanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka. Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang  yang  melabur (invest) dan menabung disisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperolehnya berlipat ganda. Mereka  tidak  akan  rugi  meskipun  pada  awalnya  mereka kehilangan sesuatu. Sedekah yg pahalanya terus mengalir.
Dari  Abu  Hurairah RA, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW, telah bersabda :
“Bila  seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal   : amal   jariyah,  ilmu  yang  bermanfaat  atau  anak  shalih  yang mendo’akannya”
(HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad).
Semoga Allah Ta’ala membalas segala Amal Ibadah kita semua, dan menutupi kekurangan-kekurangannya. Amin Ya Rabbal 'alamiin...
Semoga  bermanfaat....





 Renungan, Obat Penghapus Dosa, Kisah Nyata - Janji Bertemu di Surga Berkat Ozil, Ronaldo Sudah Hafal Surat Al-Fatihah Tujuh Golongan yang Mendapat Perlindungan Allah di Hari Akhir

0 komentar:

Posting Komentar